Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan

RANGKAIAN DIMMER LAMPU PIJAR

| Selasa, 30 April 2013
Baca selengkapnya »

DIMMER

Rangkaian dimmer lampu pijar ini berfungsi untuk mengatur tingkat intensitas cahaya penerangan lampu pijar. Rangkaian dimmer ini cukup sederhana dan menggunakan komponen utama berupa TRIAC dan DIAC, daya output rangkaian dimmer ini dapat digunalan untuk mengendalikan intensitas cahaya lampu pijar dengan daya 5 Watt.

Rangkaian dimmer lampu pijar pada gambar diatas dapat digunakan untuk jaringan listrik PLN 220VAC. Untuk mengatur terang rdupnya intensitas pancaran cahaya lampu pijar dapat dilakukan dengan mengatur tuas potensiometer P1 100 KOhm pada rangkaian dimmer lampu pijar diatas. Pada prinsipnya rangakaian dimmer ini mengatur tegangan yang diberikan untuk menyalakan lampu pijar menggunakan TRIAC sebagai komponen utama. Semakin besar tegangan gate TRIAC maka semakin kuat intensitas cahaya yang dihasilkan. Pengaturan tegangan bias TRIAC dikendalikan oleh potensiometer P1 100 KOHm kemudian diberikan ke DIAC Di1 tipe DB3 untuk memberikan tegangan bias pada pin gate TRIAC Tri 1. Rangkaiandimmer lampu pijar diatas cukup sederhan dan dapat dibuat pada PCB yang kecil ataupun dirakit secara langsung tanpa PCB. TRIAC Tri 1 perlu dilengkapi dengan pendingin (heat sink) untuk menyerap panas yang dihasilkan pada saat rangkaain dimmer lampu PIJAR ini bekerja.


Nah berikut ini merupakan rangkaian dari Dimmer :





Komponen yang diperlukan untuk merangkai Dimmer Lampu yaitu :


1.1 Triac BT136




TRIAC atau Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) adalah sebuah komponen elektronik yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR yang disambungkan antiparalel dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama lain TRIAC adalah Bidirectional Triode Thyristor. Ini menunjukkan saklar dua arah yang dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat dipicu baik dengan tegangan positif atau pun negatif pada elektrode gerbang. Sekali dipicu, komponen ini akan terus menghantarkan sampai arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misal pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat cocok untuk mengendalikan tegangan AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat tinggi dengan arus kendali yang sangat rendah.


1.2 OPTOCOPLER



Optocoupler dibentuk dari penggabungan sebuah sumber cahaya dengan fototransistor. Dioda cahaya sebagai sumber cahaya dipasang langsung dengan sumber tegangan. Keluaran dari sumber cahaya akan berbanding lurus dengan tegangan masukan pada dioda cahaya. Optocoupler atau optoisolator merupakan paket elektronik murni, jalur cahaya didalamnya yakni infra merah tertutup dalam sebuah paket. Ini menyebabkan transfer energi listrik dalam satu arah, dari infra merah ke fotodetektor, sambil mempertahankan isolasi listrik. Fungsi optocoupler pada umumnya selain sebagai sensor (dengan kemasan tertentu) digunakan pula pada rangkaian listrik sebagai isolasi dari rangkaian kendali dan rangkaian tegangan tinggi (daya).


1.3 RESISTOR

Resitor adalah komponen elektronik dua kutub yang befungsi untuk menahan arus listrik, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding terbalik dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm. Resistor merupakan komponen pasif.


1.4 KAPASITOR

Kapasitor juga disebut sebagai kondensator adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Kondensator bipolar mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. Sedangkan jenis yang satunya lagi disebut nonpolar tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.


1.5 KIPROK

Kiprok dalam rangkaian ini berfungsi menggantikan dioda bridge yaitu untuk regulator tegangan agar tetap stabil 12 Volt. Kiprok ang digunakan mempunyai kekuatan 2 Ampere karena trafo yang digunakan berkekuatan 1 ampere sehingga agar rangkaian aman, penyusun menggunakan kiprok yang berkekuatan 2 ampere. Untuk membuat penyearah pada power supply, di pasaran banyak terjual dioda bridge. Dioda ini adalah dioda silicon yang dirangkai menjadi suatu bridge dan dikemas menjadi satu kesatuan komponen. Di pasaran terjual berbagai bentuk dioda bridge dengan berbagai macam kapasitasnya. Ukuran dioda bridge yang utama adalah voltage dan ampere maksimumnya.




1.6 IC TIMER 555

Apabila supply diberikan, Vcc=0 Volt. Kaki 2 memberi trigger dari tegangan yang tinggi (Vcc) menuju 1/3 Vcc(<1/3 Vcc), kaki 3(output) akan high dan pada saat tersebut kaki 7 mempunyai nilai hambatan yang besar terhadap Ground atau kaki 7 akan High Impedance. C1 diisi melalui Vcc à R1 à R2 à C1, Setelah 0,7 (R1+R2) C1 detik, maka tegangan C1=2/3 Vcc. Sehingga kaki 3(ouput) akan Low, pada saat tersebut, kaki 7 akan mempunyai nilai hambatan yang rendah sekali terhadap Ground atau pin 7 akan Low Impedance. C1 membuang muatan, setelah 0,7(R2) C1 detik, maka Teg C1=1/3 Vcc. Trigger terjadi lagi sehingga output akan High. Pin 7 akan high Impedance dan C1 diisi kembali.



Cara Kerja Dimmer

1. Tegangan ac masuk ke travo. Output travo sebesar 220V.

2. Tegangan masuk ke dioda bridge. Dioda bridge dengan kapasitor 1000µF 16V. Menggunakan C 1000µF karena semakin besar nilai faradnya maka gelombang DC semakin halus. Untuk ukuran tegangan kapasitor yang dipakai, memakai 16V karena tegangan output dari trafo sebesar 12V, jadi nilai tegangan kapasitor harus lebih besar dari tegangan output untuk mengantisipasi Rangkaian ini juga untuk menyuplai rangkaian counter pembangkit pulsa dengan IC 555 + MOC . agar tegangan DC yang keluar tetap konstan

3. Dioda Bridge tanpa C (langsung ke rangkaian) atau langsung ke LM339. LM339 sebagai pembanding dan bekerja sebagai pengaman tegangan sinus

4. Keluaran output kaki 3 pada IC 555 mengandung pulsa terlalu tinggi dan dikecilkan dengan resistor 1K    agar keluaran pulsa menjadi rendah. Lalu dikuatkan dengan transistor TIP41C dan dimasukkan ke kaki emitor.





RANGKAIAN DIMMER LAMPU PIJAR

Posted by : Ririsa
Date :Selasa, 30 April 2013
With 8komentar

SISTEM PENGONTROL

|
Baca selengkapnya »

SISTEM PENGONTROL

Sistem kontrol adalah suatu alat (kumpulan komponen) untuk mengendalikan, memerintah, dan mengatur keadaan dari suatu sistem. Sebuah sistem dapat diartikan suatu kumpulan komponen-komponen yang terhubung bersama dengan tujuan untuk mendapatkan suatu informasi atau data. Tujuan dari menggunakan sistem kontrol adalah untuk mendapatkan output atau hasil produksi yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Sistem kontrol berdasarkan aliran sinyal control dibagi atas dua:

1. Sistem kontrol secara manual (Open Loop Controls)

Sistem kontrol secara manual, proses pengaturannya dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati keluaran secara visual, kemudian dilakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya untuk mempertahankan hasil keluarannya. Sistem kontrol itu sendiri bekerjanya secara open loop, artinya sistem kontrol tidak dapat melakukan koreksi variabel untuk mempertahankan hasil keluarannya. Perubahan ini dilakukan secara manual oleh operator setelah mengamati hasil keluarannya melalui alat ukur atau indikator. 

2. Sistem Kontrol otomatis (Closed Loop Controls) 

Sistem kontrol otomatis dapat melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya secara otomatis, dikarenakan ada untai tertutup (closed loop) sebagai umpan balik (feedback) dari hasil keluaran menuju ke masukan setelah dikurangkan dengan nilai setpointnya. Pengaturan secara untai tertutup ini (closed loop controls), tidak memerlukan operator untuk melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya karena dilakukan secara otomatis dalam sistem kontrol dalam sistem kontrol itu sendiri. Dengan demikian keluaran akan selalu dipertahankan berada pada kondisi stabil sesuai dengan setpoint yang ditentukan.

Kebutuhan dalam Sistem Kontrol Otomatis

Terdapat tiga alasan utama, mengapa plant proses atau bangunan memerlukan kontrol secara otomatis:
Keamanan (Safety). Pada kondisi kompleksitas yang tinggi atau plant/proses yang berbahaya, pada akhirnya dibutuhkan kontrol otomatis dan protokol untuk menjaga keamanan.
Stabilitas (Stability). Plant atau proses harus bekerja secara mantap (steadily), dapat diprediksi (predictably) dan keterulangan (repeatably), tanpa fluktuasi atau kegagalan yang tidak terencana.
Ketelitian (Accuracy). Hal ini utamanya diperlukan dalam industri dan ini adalah suatu kebutuhan utama dalam pabrik-pabrik dan bangunan untuk mencegah produksi cacat, untuk menaikkan mutu dan tingkat produksi, dan memelihara kenyamanan. Ini adalah pokok dari efisiensi secara ekonomis.

Contoh sistem kendali:

Loop Tertutup
Jenisnya:
a) sistem kontrol berumpan balik (feedback control system)
b) sistem kontrol inferensial (inferential control system)
c) sistem kontrol berumpan- maju (feedforwardcontrol system)
Dalam sistem kontrol loop tertutup, output dari proses (variabel terkontrol) secara terus menerus dipantau oleh suatu sensor, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1.3(a). Sensor mencuplik output sistem dan mengubah hasil pengukuran ini menjadi sinyal elektrik yang dikirimkannya balik kepada pengontrol. Karena pengontrol mengetahui apa yangsesungguhnya dilakukan sistem, ia dapat membuat penyesuaian apa pun yang dibutuhkanuntuk mempertahankan output pada nilai yang semestinya. Sinyal dari pengontrol kepadaaktuator adalah jalur maju[forward path], dan sinyal dari sensor kepada pengontroladalah umpan-balik (yang "menutup" kalang sistem kontrol).



Gambar 1.2 Sistem kontrol kalang-terbuka.




Gambar 1.3 Sistem control loop tertutup



Pada gambar 1.3 (a), sinyal umpan-balik dikurangkan dari rujukan pada pembanding (cpmparator) bagian depan dari pengontrol. Dengan mengurangkan posisi yang sesungguhnya (seperti yang ditunjukkan pada sensor) dari posisi yang diinginkan (seperti yang didefinisikan rujukan), kita memperoleh ralat sistem. Sinyal ralat melambangkan selisih di antara tempat anda sekarang dan tempat yang anda inginkan . pengontrol senantiasa bekerja untuk memperkecil sinyal ralat ini. Ralat yang bernilai nol berarti output sistem sudah tepat seperti yang dinyatakan oleh rujukan.

Dengan menggunakan strategi control, yang bias jadi sederhana atau rumit, pengontrol berupaya memperkecil ralat. Strategi control yang sederhana akan memugkinkan pengontrol menyalakan atau memadamkan actuator, contohnya thermostat yang menyalakan atau memadamkan tungku demi mempertahankan suhu tertentu. Strategi control yang lebih rumit akan memungkinkan pengontrol menyesuaikan gaya actuator demi memenuhi tuntutan beban (load) seperti yang diuraikan dalam contoh 1.2.

Contoh 1.2

Sebagai contoh dari sistem control loop-tertutup, tinjaulah kembali lengan robot yang berawal pada 0 ° {lihat Gambar 1.3 (b)}. Kali ini suatu potensiometer telah disambungkan langsung dengan batang (shaft) motor. Sewaktu batang tersebut berputar, resistansi potensio berubah. Resistansi diubah menjadi tegangan dan lalu diumpan balikkan kepada pengontrol.


Untuk memerintahkan lengan tersebut menujusudut 30°, tegangan rujukan yang setara dengan 30° dikirimkan pada pengontrol. Karena lengan sesungguhnya masih berada pada 0°, sinyal ralat langsung “melonjak” menjadi 30°. Segera pengontrol mulai menggerakkan motor dalam arah yang mengurangi alat tadi. Sewaktu lengan mendekati sudut 30°, pengontrol memperlambat putaran motor , ketika lengan pada akhirnya mencapai 30°, motor berhenti. Jika pada saat berikutnya, suatu gaya luar memindahkan lengan lepas dari marka 30°, sinyal ralat akan muncul kembali, dan motor akan menggerakkan lengan ke posisi 30°.


Fitur perbaikan diri dari control loop tertutup ini membuatnya lebih disukai darpipada control loop terbuka , meskipun dibutuhkan perangkat keras tambahan. Hal ini disebabkan sistem control loop tertutup memberikan kinerja yang andal dan dapat diulangi meskipun komponen-komponen sistem itu sendiri (pada jalur maju) tidak mutlak dapat berulang dan diketahui secara cermat.

SISTEM PENGONTROL

Posted by : Ririsa
Date :
With 1 komentar:
▲Top▲